oke oke karena desakan tugas materi kali ini adalah Key Alogarithms .. untung sudah pernah di beri tugas ttng ini
Key Alogarithms atau dalam bahasa indonesia Algoritma Sandi…
Algoritma sandi adalah algoritma yang berfungsi untuk melakukan tujuan kriptografis
yup pasti sering mendengar ttng kriptografi ..
oke langsung saja ke materinya
Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, kripto dan graphia. Kripto berarti rahasia (secret) sedangkan graphia berarti tulisan (writing). Sehingga kriptografi bisa diartikan sebagai “tulisan yang dirahasiakan”. Dalam kamu hacker (Ariyus, 2005), kriptografi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari penulisan secara rahasia. Secara umum kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita. Selain itu, kriptografi juga bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentifikasi data. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi. Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography].
Dalam sebuah algoritma kriptografi, terdapat tiga unsur yaitu:
a. Enkripsi, yaitu proses mengubah plaintext menjadi chipertext.
b. Dekripsi, yaitu proses mengubah chipertext menjadi plaintext.
c. Kunci, merupakan kunci yang digunakan untuk proses enkripsi maupun proses dekripsi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.pesan yang telah disandi dengan viginere cipher
Kriptografi pada dasarnya terdiri dari dua proses, yaitu proses enkripsi dan proses ekripsi. Proses enkripsi adalah proses penyandian pesan terbuka menjadi pesan rahasia iphertext). Ciphertext inilah yang nantinya akan dikirimkan melalui saluran komunikasi terbuka. ada saat ciphertext diterima oleh penerima pesan, maka pesan rahasia tersebut diubah lagi menjadi pesan terbuka melalui proses dekripsi sehingga pesan tadi dapat dibaca kembali
oleh penerima pesan. Secara umum, proses enkripsi dan dekripsi dapat digambarkan sebagai berikut :
==================================

==================================
Enkripsi
Kriptografi secret key adalah kriptografi yang hanya melibatkan satu kunci dalam proses enkripsi dan dekripsi. Proses dekripsi dalam kriptografi secret key ini adalah kebalikan dari proses enkripsi.enkripsi ialah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATM pada bank.
Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.
Cipher
Sebuah cipher adalah sebuah algoritma untuk menampilkan enkripsi dan kebalikannya dekripsi, serangkaian langkah yang terdefinisi yang diikuti sebagai prosedur. Alternatif lain ialah encipherment. Informasi yang asli disebuh sebagai plaintext, dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai chiphertext. Pesan chipertext berisi seluruh informasi dari pesan plaintext, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekasnisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.
Cipher pada biasanya memiliki parameter dari sebagian dari informasi utama, disebut sebagai kunci. Prosedur enkripsi sangat bervariasi tergantung pada kunci yang akan mengubah rincian dari operasi algoritma. Tanpa menggunakan kunci, chiper tidak dapat digunakan untuk dienkirpsi ataupun didekripsi.
Cipher versus code
Pada penggunaan non teknis, sebuah secret code merupakan hal yang sama dengan cipher. Berdasar pada diskusi secara teknis, bagaimanapun juga, code dan cipher dijelaskan dengan dua konsep. Code bekerja pada tingkat pemahaman, yaitu, kata atau frasa diubah menjadi sesuatu yang lain. Cipher, dilain pihak, bekerja pada tingkat yang lebih rendah, yaitu, pada tingkat masing-masing huruf, sekelompok huruf, pada skema yang modern, pada tiap-tiap bit. Beberapa sistem menggunakan baik code dan cipher dalam sistem yang sama, menggunakan superencipherment untuk meningkatkan keamanan.
Menurut sejarahnya, kriptografi dipisah menjadi dikotomi code dan cipher, dan penggunaan code memiliki terminologi sendiri, hal yang sama pun juga terjadi pada cipher: “encoding, codetext, decoding” dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga, code memiliki berbagai macam cara untuk dikembalikan, termasuk kerapuhan terhadap kriptoanalisis dan kesulitan untuk mengatur daftar kode yang susah. Oleh karena itu, code tidak lagi digunakan pada kriptografi modern, dan cipher menjadi teknik yang lebih dominan.
- Algoritma Krytografi
Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan :
Algoritma simetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama
Algoritma asimetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.
Tipe-tipe cipher
Ada banyak sekali variasi pada tipe enkripsi yang berbeda. Algoritma yang digunakan pada awal sejarah kriptografi sudah sangat berbeda dengan metode modern, dan cipher modern dan diklasifikasikan berdasar pada bagaimana cipher tersebut beroperasi dan cipher tersebut menggunakan sebuah atau dua buah kunci.
====================================

====================================
Sejarah Cipher pena dan kertas pada waktu lampau sering disebut sebagai cipher klasik. Cipher klasik termasuk juga cipher pengganti dan cipher transposisi. Pada awal abad 20, mesin-mesin yang lebih mutakhir digunakan untuk kepentingan enkripsi, mesin rotor, merupkan skema awal yang lebih kompleks.
Metode enkripsi dibagi menjadi algoritma symmetric key dan algoritma asymmetric key. pada algoritma symmetric key (misalkan, DES dan AES), pengirim dan penerima harus memiliki kunci yang digunakan bersama dan dijaga kerahasiaanya. Pengirim menggunkan kunci ini untuk enkripsi dan penerima menggunakan kunci yang sama untuk dekripsi. Pada algoritma asymmetric key (misalkan, RSA), terdapat dua kunci terpisah, sebuah public key diterbitkan dan membolehkan siapapun pengirimnya untuk melakukan enkripsi, sedangkan sebuah private key dijaga kerahasiannya oleh penerima dan digunakan untuk melakukan dekripsi.
Cipher symmetric key dapat dibedakan dalam dua tipe, tergantung pada bagaimana cipher tersebut bekerja pada blok simbol pada ukuran yang tetap (block ciphers), atau pada aliran simbol terus-menerus (stream ciphers).
1. Penyandi Monoalfabetik
Penyandi Monoalfabetik merupakan setiap huruf digantikan dengan sebuah huruf. Huruf yang sama akanmemikili pengganti yang sama. Misalnya huruf “a” digantikan dengan huruf “e”, maka setiap huruf “a” akan digantikan dengan huruf “e”.
Metode pada Penyandi Monoalfabetik :
1.Caesar
Metode Caesar Cipher yang digunakan oleh Julius Caesar. Pada prinsipnya, setiap huruf digantikan dengan huruf yang berada tiga (3) posisi dalam urutan alfabet.
Sebagai contoh huruf “a” digantikan dengan huruf “D” dan seterusnya.
Transformasi yang digunakan adalah:
plain : a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
cipher: D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
2. ROT13
Pada sistem ini sebuah huruf digantikan dengan huruf yang letaknya 13 posisi darinya.
Sebagai contoh, huruf “A” digantikan dengan huruf “N”, huruf “B” digantikan dengan huruf “O”, dan seterusnya.
Secara matematis, hal ini dapat dituliskan sebagai:
C ROT13 = (M)
Untuk mengembalikan kembali ke bentuk semulanya dilakukan proses enkripsi ROT13 dua kali.
M = ROT13(ROT13(M))
2. Penyandi Polialfabetic
Enkripsi dapat dilakukan dengan mengelompokkan beberapa huruf menjadi sebuah kesatuan (unit) yang kemudian dienkripsi. Metode pada Penyandi Polialfabetik :
Playfair
Penggunaan public key
Salah satu cara untuk menambah tingkat keamanan sebuah algoritma enkripsi dan dekripsi adalah dengan menggunakan sebuah kunci (key) yang biasanya disebut K.
Sehingga persamaan matematisnya menjadi:
EK (M) = C
DK(M) = M
2.3. Algoritma
Algoritma Simetris (Algoritma Sandi Kunci Rahasia)
Algoritma simetris, sering juga disebut dengan algoritma kunci rahasia atau sandi kunci rahasia. Adalah algoritma kriptografi yang menggunakan kunci enkripsi yang sama dengan kunci dekripsinya. Algoritma ini mengharuskan pengirim dan penerima menyetujui suatu kunci tertentu sebelum mereka saling berkomunikasi. Keamanan algoritma simetris tergantung pada kunci, membocorkan kunci berarti bahwa orang lain dapat mengenkripsi dan mendekripsi pesan. Agar komunikasi tetap aman, kunci harus tetap dirahasiakan.
Sifat kunci yang seperti ini membuat pengirim harus selalu memastikan bahwa jalur yang digunakan dalam pendistribusian kunci adalah jalur yang aman atau memastikan bahwa seseorang yang ditunjuk membawa kunci untuk dipertukarkan adalah orang yang dapat dipercaya. Masalahnya akan menjadi rumit apabila komunikasi dilakukan secara bersama-sama oleh sebanyak n pengguna dan setiap dua pihak yang melakukan pertukaran kunci, maka akan terdapat sebanyak (n-1)/2 kunci rahasia yang harus dipertukarkan secara aman
===================================

===================================
Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.
Algoritma Asimetris (Algoritma Sandi Kunci Publik)
Algoritma simetris, sering juga disebut dengan algoritma kunci publik atau sandi kunci publik, menggunakan dua jenis kunci, yaitu kunci publik (public key) dan kunci rahasia (secret key). Kunci publik merupakan kunci yang digunakan untuk mengenkripsi pesan. Sedangkan kunci rahasia digunakan untuk mendekripsi pesan.
Kunci publik bersifat umum, artinya kunci ini tidak dirahasiakan sehingga dapat dilihat oleh siapa saja. Sedangkan kunci rahasia adalah kunci yang dirahasiakan dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh mengetahuinya. Keuntungan utama dari algoritma ini adalah memberikan jaminan keamanan kepada siapa saja yang melakukan pertukaran informasi meskipun di antara mereka tidak ada kesepakatan mengenai keamanan pesan terlebih dahulu maupun saling tidak mengenal satu sama lainnya.
===================================

====================================
Jenis enkripsi mencakup:
1. Data Encryption Standard (DES)
· standar bagi USA Government
· didukung ANSI dan IETF
· popular untuk metode secret key
· terdiri dari : 40-bit, 56-bit dan 3×56-bit (Triple DES)
2. Advanced Encryption Standard (AES)
· untuk menggantikan DES (launching akhir 2001)
· menggunakan variable length block chipper
· key length : 128-bit, 192-bit, 256-bit
· dapat diterapkan untuk smart card.
3. Digital Certificate Server (DCS)
· verifikasi untuk digital signature
· autentikasi user
· menggunakan public dan private key
· contoh : Netscape Certificate Server
4. IP Security (IPSec)
· enkripsi public/private key
· dirancang oleh CISCO System
· menggunakan DES 40-bit dan authentication
· built-in pada produk CISCO
· solusi tepat untuk Virtual Private Network (VPN) dan Remote Network Access
5. Kerberos
· solusi untuk user authentication
· dapat menangani multiple platform/system
· free charge (open source)
· IBM menyediakan versi komersial : Global Sign On (GSO)
6. Point to point Tunneling Protocol(PPTP), Layer Two Tunneling Protocol (L2TP)
· dirancang oleh Microsoft
· autentication berdasarkan PPP(Point to point protocol)
· enkripsi berdasarkan algoritm Microsoft (tidak terbuka)
· terintegrasi dengan NOS Microsoft (NT, 2000, XP)
7. Remote Access Dial-in User Service (RADIUS)
· multiple remote access device menggunakan 1 database untuk authentication
· didukung oleh 3com, CISCO, Ascend
· tidak menggunakan encryption
8. RSA Encryption
· dirancang oleh Rivest, Shamir, Adleman tahun 1977
· standar de facto dalam enkripsi public/private key
· didukung oleh Microsoft, apple, novell, sun, lotus
· mendukung proses authentication
· multi platform
9. Secure Hash Algoritm (SHA)
· dirancang oleh National Institute of Standard and Technology (NIST) USA.
· bagian dari standar DSS(Decision Support System) USA dan bekerja sama dengan DES untuk digital signature.
· SHA-1 menyediakan 160-bit message digest
· Versi : SHA-256, SHA-384, SHA-512 (terintegrasi dengan AES)
10. MD5
· dirancang oleh Prof. Robert Rivest (RSA, MIT) tahun 1991
· menghasilkan 128-bit digest.
· cepat tapi kurang aman
11. Secure Shell (SSH)
· digunakan untuk client side authentication antara 2 sistem
· mendukung UNIX, windows, OS/2
· melindungi telnet dan ftp (file transfer protocol)
12. Secure Socket Layer (SSL)
· dirancang oleh Netscape
· menyediakan enkripsi RSA pada layes session dari model OSI.
· independen terhadap servise yang digunakan.
· melindungi system secure web e-commerce
· metode public/private key dan dapat melakukan authentication
· terintegrasi dalam produk browser dan web server Netscape.
13. Security Token
· aplikasi penyimpanan password dan data user di smart card
14. Simple Key Management for Internet Protocol
· seperti SSL bekerja pada level session model OSI.
· menghasilkan key yang static, mudah bobol.
Data Encryption Standard (DES)
Sejarah DES
Algoritma DES dikembangkan di IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun 1972. Algoritma ini didasarkan pada algoritma LUCIFER yang dibuat oleh Horst Feistel.Algoritma ini telah disetujui oleh National Bureau of Standard (NBS) setelah penilaian kekuatannya oleh National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.
Tinjauan Umum
DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok.
DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit.
Dekripsi
Proses dekripsi terhadap cipherteks merupakan kebalikan dari proses enkripsi. DES menggunakan algoritma yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi. Jika pada proses enkripsi urutan kunci internal yang digunakan adalah K1, K2, …, K16, maka pada proses dekripsi urutan kunci yang digunakan adalah K16, K15, …, K1.
Untuk tiap putaran 16, 15, …, 1, keluaran pada setiap putaran deciphering adalah
Li = Ri – 1
Ri = Li – 1 f(Ri – 1, Ki)
yang dalam hal ini, (R16, L16) adalah blok masukan awal untuk deciphering. Blok (R16, L16) diperoleh dengan mempermutasikan cipherteks dengan matriks permutasi IP-1. Pra-keluaran dari deciphering adalah adalah (L0, R0). Dengan permutasi awal IP akan didapatkan kembali blok plainteks semula.
Tinjau kembali proses pembangkitan kunci internal pada Gambar 4. Selama deciphering, K16 dihasilkan dari (C16, D16) dengan permutasi PC-2. Tentu saja (C16, D16) tidak dapat diperoleh langsung pada permulaan deciphering. Tetapi karena (C16, D16) = (C0, D0), maka K16 dapat dihasilkan dari (C0, D0) tanpa perlu lagi melakukan pergeseran bit. Catatlah bahwa (C0, D0) yang merupakan bit-bit dari kunci eksternal K yang diberikan pengguna pada waktu dekripsi.
Selanjutnya, K15 dihasilkan dari (C15, D15) yang mana (C15, D15) diperoleh dengan menggeser C16 (yang sama dengan C0) dan D16 (yang sama dengan C0) satu bit ke kanan. Sisanya, K14 sampai K1 dihasilkan dari (C14, D14) sampai (C1, D1). Catatlah bahwa (Ci – 1, Di – 1) diperoleh dengan menggeser Ci dan Di dengan cara yang sama seperti pada Tabel 1, tetapi pergeseran kiri (left shift) diganti menjadi pergeseran kanan (right shift).
Mode DES
DES dapat dioperasikan dengan mode ECB, CBC, OFB, dan CFB. Namun karena kesederhanaannya, mode ECB lebih sering digunakan pada paket program komersil meskipun sangat rentan terhadap serangan.
Mode CBC lebih kompleks daripada EBC namun memberikan tingkat keamanan yang lebih bagus daripada mode EBC. Mode CBC hanya kadang-kadang saja digunakan.
Implementasi Hardware dan Software DES
DES sudah diimplementasikan dalam bentuk perangkat keras.
Dalam bentuk perangkat keras, DES diimplementasikan di dalam chip. Setiap detik chip ini dapat mengenkripsikan 16,8 juta blok (atau 1 gigabit per detik).
Implementasi DES ke dalam perangkat lunak dapat melakukan enkripsi 32.000 blok per detik (pada komputer mainframe IBM 3090).
Keamanan DES
Isu-isu yang menjadi perdebatan kontroversial menyangkut keamanan DES:
1.Panjang kunci
2.Jumlah putaran
3.Kotak-S
Panjang kunci
Panjang kunci eksternal DES hanya 64 bit atau 8 karakter, itupun yang dipakai hanya 56 bit. Pada rancangan awal, panjang kunci yang diusulkan IBM adalah 128 bit, tetapi atas permintaan NSA, panjang kunci diperkecil menjadi 56 bit. Alasan pengurangan tidak diumumkan.
Tetapi, dengan panjang kunci 56 bit akan terdapat 256 atau 72.057.594.037.927.936 kemungkinan kunci. Jika diasumsikan serangan exhaustive key search dengan menggunakan prosesor paralel mencoba setengah dari jumlah kemungkinan kunci itu, maka dalam satu detik dapat dikerjakan satu juta serangan. Jadi seluruhnya diperlukan 1142 tahun untuk menemukan kunci yang benar.
Tahun 1998, Electronic Frontier Foundation (EFE) merancang dan membuat perangkat keras khusus untuk menemukan kunci DES secara exhaustive search key dengan biaya $250.000 dan diharapkan dapat menemukan kunci selama 5 hari. Tahun 1999, kombinasi perangkat keras EFE dengan kolaborasi internet yang melibatkan lebih dari 100.000 komputer dapat menemukan kunci DES kurang dari 1 hari.
Jumlah putaran
Sebenarnya, delapan putaran sudah cukup untuk membuat cipherteks sebagai fungsi acak dari setiap bit plainteks dan setiap bit cipherteks. Jadi, mengapa harus 16 kali putaran?
Dari penelitian, DES dengan jumlah putaran yang kurang dari 16 ternyata dapat dipecahkan dengan known-plaintext attack lebih mangkus daripada dengan brute force attack.
Kotak-S
Pengisian kotak-S DES masih menjadi misteri tanpa ada alasan mengapa memilih konstanta-konstanta di dalam kotak itu.
Kunci Lemah dan Kunci Setengah Lemah
DES mempunyai beberapa kunci lemah (weak key). Kunci lemah menyebabkan kunci-kunci internal pada setiap putaran sama (K1 = K2 = … = K16). Akibatnya, enkripsi dua kali berturut-turut terhadap plainteks menghasilkan kembali plainteks semula.
Kunci lemah terjadi bila bit-bit di dalam Ci dan Di semuanya 0 atau 1, atau setengah dari kunci seluruh bitnya 1 dan setengah lagi seluruhnya 0.
Kunci eksternal (dalam notasi HEX) yang menyebabkan terjadinya kunci lemah adalah (ingat bahwa setiap bit kedelapan adalah bit paritas).
Kunci lemah (dengan bit paritas) Kunci sebenarnya
0101 0101 0101 0101 0000000 0000000
1F1F 1F1F 1F1F 1F1F 0000000 FFFFFFF
E0E0 E0E0 F1F1 F11F FFFFFFF 0000000
FEFE FEFE FEFE FEFE FFFFFFF FFFFFFF
Selain kunci lemah, DES juga mempunyai sejumlah pasangan kunci setengah-lemah (semiweak key). Pasangan kunci setengah- lemah mengenkripsikan plainteks menjadi cipherteks yang sama. Sehingga, satu kunci dalam pasangan itu dapat mendekripsi pesan yang dienkripsi oleh kunci yang lain di dalam pasangan itu.
Kunci setengah-lemah terjadi bila:
1.Register C dan D berisi bit-bit dengan pola 0101…0101 atau 1010…1010
2.Register yang lain (C atau D) berisi bit-bit dengan pola 0000…0000, 1111…1111, 0101…0101, atau 1010…1010
Ada 6 pasang kunci setengah lemah (dalam notasi HEX):
a. 01FE 01FE 01FE 01FE dan FE01 FE01 FE01 FE01
b. 1FE0 1FE0 0EF1 0EF1 dan E01F E01F F10E F10E
c. 01E0 01E0 01F1 01F1 dan E001 E001 F101 F101
d. 1FFE 1FFE 0EFE 0EFE dan FE1F FE1F FE0E FE0E
e. 011F 011F 010E 010E dan 1F01 1F01 0E01 0E01
f. E0FE E0FE F1FE F1FE dan FEE0 FEE0 FEF1 FEF1
Sejarah AES
• DES (Data Encryption Standard) mungkin akan berakhir masa penggunaannya sebagai standard enkripsi kriptografi simetri. DES dianggap sudah tidak aman lagi karena dengan perangkat keras khusus kuncinya bisa ditemukan dalam beberapa hari (baca materi kuliah DES).
• National Institute of Standards and Technology (NIST),sebagai agensi Departemen Perdagangan AS mengusulkan kepada Pemerintah Federal AS untuk sebuah standard kriptografi kriptografi yang baru.
• Untuk menghindari kontoversi mengenai standard yang baru tersebut, sebagaimana pada pembuatan DES (NSA sering dicurigai mempunyai “pintu belakang” untuk mengungkap cipherteks yang dihasilkan oleh DES tanpa mengetahui kunci), maka NIST mengadakan sayembara terbuka untuk membuat standard algoritma kriptografi yang baru sebagai pengganti DES. Standard tersebut kelak diberi nama Advanced Encryption Standard (AES).
• Persyaratan yang diajukan oleh NIST tentang algoritma yang baru tersebut adalah:
1. Algoritma yang ditawarkan termasuk ke dalam kelompok algoritma kriptografi simetri berbasis cipher blok.
2. Seluruh rancangan algoritma harus publik (tidak dirahasiakan)
3. Panjang kunci fleksibel: 128, 192, dan 256 bit.
4. Ukuran blok yang dienkripsi adalah 128 bit.
5. Algoritma dapat diimplementasikan baik sebagai software maupun hardware.
NIST menerima 15 proposal algoritma yang masuk.Konferensi umum pun diselenggarakan untuk menilai keamanan algoritma yang diusulkan.
• Pada bulan Agustus 1998, NIST memilih 5 finalis yang didasarkan pada aspek keamanan algoritma, kemangkusan (efficiency), fleksibilitas, dan kebutughan memori (penting untuk embedded system). Finalis tersebut adalah:
1. Rijndael (dari Vincent Rijmen dan Joan Daemen – Belgia, 86 suara)
2. Serpent (dari Ross Anderson, Eli Biham, dan Lars Knudsen – Inggris, Israel, dan Norwegia, 59 suara).
3. Twofish (dari tim yang diketuai oleh Bruce Schneier – USA, 31 suara)
4. RC6 (dari Laboratorium RSA – USA, 23 suara)
5. MARS (dari IBM, 13 suara)
• Pada bulan Oktober 2000, NIST mengumumkan untuk
memilih Rijndael (dibaca: Rhine-doll), dan pada bulan November 2001, Rijndael ditetapkan sebagai AES, dan diharapkan Rijndael menjadi standard kriptografi yang dominan paling sedikit selama 10 tahun.
Panjang Kunci dan Ukuran Blok Rijndael
• Rijndael mendukung panjang kunci 128 bit sampai 256 bit dengan step 32 bit. Panjang kunci dan ukuran blok dapat dipilih secara independen.
• Setiap blok dienkripsi dalam sejumlah putaran tertentu,sebagaimana halnya pada DES.
Karena AES menetapkan panjang kunci adalah 128, 192, dan 256, maka dikenal AES-128, AES-192, dan AES-256.AES-128
AES-192 AES-256 Panjang Kunci
Algoritma Rijndael
• Seperti pada DES, Rijndael menggunakan substitusi dan permutasi, dan sejumlah putaran (cipher berulang) – setiap putaran mengunakan kunci internal yang berbeda (kunci setiap putaran disebut round key). Tetapi tidak seperti DES
yang berorientasi bit, Rijndael beroperasi dalam orientasi byte (untuk memangkuskan implementasi algoritma ke dalam software dan hardware).
• Garis besar Algoritma Rijndael yang beroperasi pada blok 128-bit dengan kunci 128-bit adalah sebagai berikut (di luar proses pembangkitan round key):
1. AddRoundKey: melakukan XOR antara state awal
(plainteks) dengan cipher key. Tahap ini disebut juga initial round.
2. Putaran sebanyak Nr – 1 kali. Proses yang dilakukan pada setiap putaran adalah:
a. SubBytes: substitusi byte dengan menggunakan tabel substitusi (S-box).
b. ShiftRows: pergeseran baris-baris array state secara wrapping.
c. MixColumns: mengacak data di masing-masing kolom array state.
d. AddRoundKey: melakukan XOR antara state sekarang round key.
3. Final round: proses untuk putaran terakhir:
a. SubBytes
b. ShiftRows
c. AddRoundKey
sumber :
Macam macam metode enkripsi”
(http://dikung.blogspot.com/2010/10/macam-macam-metode-enkripsi-kriptografi.html)
klubsandi,Algoritma Asimetris (http://sandi.math.web.id/?p=8 , di akses pada 4 januari 2011)
klubsandi,Algoritma simetris ( http://sandi.math.web.id/?p=10 di akses pada 4 januari 2011)
utami,ema . Makalah E-Book “IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI TEKNIK EOF DENGAN GABUNGAN ENKRIPSI RIJNDAEL,SHIFT CIPHER DAN FUNGSI HASH MD5”
E-book “Advanced Encryption Standard (AES)”Ir. Rinaldi Munir, M.T.
Wikipedia , enkripsi http://id.wikipedia.org/wiki/Enkripsi
Wikipedia , krptografi http://id.wikipedia.org/wiki/Kriptografi
Ariyana ,Yoki .“ADVANCED ENCRYPTION STANDARD (AES)” E-Book
”Kriptografi, Enkripsi dan Dekripsi”, Ana Kurniawati ana@staff.gunadarma.ac.id
di ambil dari makalah berjudul :
“”Mengenal dan Mengetahui Teknik Kryptografi dan Teknik Enkripsi Data””
disusun oleh Andhika

